BAGIMU - BAGI BAGI ILMU

Pengetahuan tentang apa saja , ADA DISINI !

ARTIKEL BERMANFAAT BAGIMU - BAGI BAGI ILMU

#Selalu update info terbaru tentang apa saja

Pengertian , Kelemahan dan Kelebihan Struktur organisasi Fungsional , Divisional dan Unit bisnis









Pengertian dan Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
 
Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi dasar dalam manajemen untuk mencapai sasaran yang ditetapkan oleh Organisasi. Pengorganisasian ini berkaitan dengan pengelompokan kegiatan, pengaturan orang maupun sumber daya lainnya dan mendelegasikannya kepada individu ataupun unit tertentu untuk menjalankannya sehingga diperlukan penyusunan struktur organisasi yang memperjelas fungsi-fungsi setiap bagian dan sifat hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Dengan demikian, jelas bahwa penyusunan Struktur Organisasi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan, baik organisasi tersebut berskala kecil maupun besar tetap memerlukan Struktur Organisasi yang jelas untuk mencapai sasaran organisasi yang ditetapkan. Secara definisi, yang dimaksud dengan Struktur Organisasi menurut Schermerhorn (1996) adalah sistem tugas, alur kerja, hubungan pelaporan dan saluran komunikasi yang dikaitkan secara bersama dalam pekerjaan individual maupun kelompok.
Struktur Organisasi dalam sebuah organisasi biasanya digambarkan dalam bentuk Bagan Struktur Organisasi (Organization Chart) yaitu suatu diagram yang menggambarkan pengaturan posisi pekerjaan dalam Organisasi yang diantaranya juga termasuk garis komunikasi dan wewenangnya.
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan. 

Struktur Fungsional

Struktur Organisasi Fungsional (Functional Structure Organization) merupakan Struktur Organisasi yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi. Pembagian kerja dalam bentuk Struktur Organisasi Fungsional ini dilakukan berdasarkan fungsi manajemennya seperti Keuangan, Produksi, Pemasaran dan Sumber daya Manusia. Karyawan-karyawan yang memiliki keterampilan (skill) dan tugas yang sama akan dikelompokan bersama kedalam satu unit kerja. Struktur Organisasi ini tepat untuk diterapkan pada Organisasi atau Perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jenis produk maupun layanan. Struktur organisasi bentuk ini dapat menekan biaya operasional namun mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar unit kerja
Struktur fungsional mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan yang sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Individu yang memiliki keahlian yang sama dikelompokkan bersama.

Orang-orang dikelompokkan ke dalam departemen departemen menurut kesamaan keterampilan dan aktivitas-aktivitas kerja.
Struktur fungsional terdiri dari fungsi-fungsi utama organisasi, yaitu: produksi, pemasaran, keuangan, dan personalia/SDM.
Organisasi Fungsional adalah organisasi yang susunannya berdasarkan atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi tersebut Dalam organisasi ini seorang tenaga pengajar tidak hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Pada organisasi ini pemimpin berhak memerintahkan semua para tenaga pengajar/para karyawannya, selama masih dalam hubungan pekerjaan. Sehingga seorang pekerja dapat saja diperintah oleh lebih dari satu pimpinan sesuai dengan keahliannya. 


·          Keunggulan Fungsional

o   Penggunaan sumberdaya yang efisien, skala ekonomis
o   Spesialisasi keterampilan yang mendalam dan pengembangan
o   Kemajuan karier dalam departemen fungsional
o   Panduan dan pengendalian dari manajemen Puncak
o   Koordinasi yang luar biasa dalam fungsi-fungsi
o   Pemecahan masalah teknikal yang berkualitas
o   Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
o   Memusatkan keahlian organisasi
o   Memudahkan manajer dalam melakukan monitoring dan mengevaluasi kinerja karyawan
o   Meminimumkan duplikasi personalia dan peralatan dari segi biaya
o   Sesuai untuk lingkungan yang stabil

·           Kelemahan Fungsional

o   Komunikasi lintas departemen fungsional yang buruk
o   Tanggapan lambat yang diberikan pada perubahan lingkungan, ketinggalan inovasi
o   Keputusan terkonsentrasi pada hirarki puncak, menciptakan penundaan
o   Tanggung jawab bagi masalah yang muncul sulit ditunjukkan secara tepat
o   Pandangan terbatas mengenai sasaran organisasi dari pada karyawan
o   Pelatihan manajemen umum yang terbatas bagi karyawan
o   Menyebabkan kemacetan pelaksanaan tugas yang sifatnya berurutan
o   Anggota fungsi hanya berfokus pada kepentingan tugas-tugasnya sehingga cenderung berpandangan sempit dan dapat merugikan organisasi secara keseluruhan
·         KELEBIHAN
o   Profesionalisme atau keahlian yang lebih
o   Karena setiap management hanya menangani satu bidang saja, sehingga memunculkan orang-orang yang kompeten dibidangya masing-masing. hal ini menjadi salah satu faktor bagaimana masing-masing divisi berjalan sesuai dengan program yang telah direncanakan.
o   Perusahaan Lebih Produktif
o   Dengan struktur kerja yang baik menyebabkan para pekerja bekerja dengan giat guna mencapai hasil yang baik.
o   Memunculkan Inovasi
o   Bagitu banyak orang-orang yang kompeten dibidang masing-masing, menimbulkan kreativitas, ide-ide serta inovasi sehingga perusahan tidak berjalan ditempat dan varietas kerja pun makin beragam.
o   Perusahaan lebih Berkembang dan maju
o   Dengan banyaknya inovasi yang muncul maka perusahaan pun akan cepat berkembang dengan mengatur setiap tujuan-tujuan yang diharapkan dapat memajukan perusahaan
.
·         KELEMAHAN
o   Karena banyak  orang yang ahli dan kompeten dibidangnya maka muncul konflik-konflik baik secara vertikal maupun horizontal,  Tidak jarang terjadi gesekan-gesekan opini dan ide dimasing-masing bidang yang dapat menganggu stabilitas perusahaan.
o   Sulit mengontrol perusahaan karena banyaknya bidang, divisi, serta ilmuwan-ilmuwan di masing-masing bidang.  sehingga harus merekrut dewan pengawas ditiap bidang.
o   Penympangan-penympangan menjadi sulit terlacak dan lebih sering terjadi yang dapat merugikan perusahaan. banyaknya bidang yang harus dicontrol menyebabkan lemahnya pengawasan.
o   muncul persaingan yang tidak sehat karena masing-masing individu merasa ahli dan berperan dalam perusahaan.


Struktur Divisional

Struktur Organisasi Divisional (Divisional Structure Organization) adalah Struktur Organisasi yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan produk, layanan, pasar dan letak geografis. Organisasi bentuk Divisional ini biasanya diterapkan di perusahaan yang berskala menengah keatas,hal ini dikarenakan biaya operasional akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan bentuk Organisasi Fungsional.

Dengan struktur fungsional, organisasi membentuk divisi-divisi semi otonom, dimana setiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. Masing-masing divisi mengembangkan strategi tingkat unit bisnis dan memiliki fungsi produksi, pemasaran, akuntansi dan fungsi lainnya.
Manajer fungsi melapor pada manajer divisi yang kemudian melapor pada manajer korporat. Pembagian divisi pada umumnya dilakukan atas dasar produk, geografis, dan pasar/pelanggan.

Ketika perusahaan berkembang,  perusahaan mulai memfokuskan perhatiannya pada pengelolaan berbagai lini produk di berbagai industri dan mendesentralisasikan wewenangnya dalam pengambilan keputusan. Ketika perusahaan mulai melakukan akuisisi dan mengembangkan berbagai produk baru dalam industri dan pasar yang berbeda, biasanya mengubah strukturnya menjadi  struktur organisasi yang terdiri dari beberapa  divisi. Tiap-tiap divisi dapat beroperasi sendiri-sendiri dibawah pengarahan seorang manajer divisi yang bertanggungjawab langsung kepada CEO. Dalam struktur organisasi divisional, manajer divisi dapat mengembangkan strategi untuk masing-masing divisinya dan mungkin saja mereka menghadapi persaingan yang berbeda dengan divisi lainnya sehingga strategi yang ditempuh mungkin juga berbeda dengan divisi lainnya. Pada organisasi divisional, divisi-divisi tersebut dapat menjadi tempat yang baik untuk melatih para manajer muda. Selain itu juga merupakan tempat yang baik  dalam mengembangkan intuisi kewiraswastaan serta meningkatkan sejumlah pusat inisiatif dalam suatu perusahaan. Untuk mengetahui format struktur organisasi divisional.

Struktur Organisasi Divisional


·         Keunggulan Divisional

o   Cepat tanggap, fleksibilitas pada lingkungan yang tidak stabil
o   Memperhatikan kebutuhan konsumen
o   Koordinasi yang luar biasa lintas departemen fungsional
o   Pembebanan tanggung jawab yang jelas bagi permasalahan produk
o   Penekanan terhadap keseluruhan produk dan tujuan divisional
o   Pengembangan keterampilan manajemen umum
o   Lebih mudah dalam pengelolaannya karena memecah organisasi menjadi divisi yang lebih kecil.
o   Memungkinkan pembuatan keputusan strategis yang lebih luas dan konsentrasi penuh pada tugas-tugas.
o   Tempat latihan yang baik bagi para manajer strategik.
o   Manajer dapat memilih struktur (produk, geografis, pasar) yang paling sesuai dengan divisinya.
o   Sesuai untuk lingkungan yang cepat berubah, tanggapan yang cepat pada perubahan karena adanya koordinasi dan wewenang pada tingkat yang sesuai.
o   Divisi lebih banyak pertanggungnjawaban dan lebih fokus pada hasil.
o   Kantor pusat bebas dari perhatian terhadap rincian kegiatan sehingga lebih memikirkan masalah jangka panjang.
o   Unit-unit otonomnya dapat dipotong dengan dampak minimal terhadap seluruh organisasi
o   Koordinasi antarfungsi menjadi lebih mudah dan cepat
o   Mempunyai fleksibilitas pada struktur perusahaan
o   Spesialisasi pada setiap divisi dapat dipertahankan
o   Kesempatan karir lebih terbuka
o   Menimbulkan kompetisi di dalam organisasi
o   Beban rutin CEO berkurang sehingga mempunyai waktu untuk keputusan strategis


·         Kelemahan Divisional

o   Duplikasi sumberdaya lintas divisi
o   Kurang pendalaman teknis dan spesialisasi dalam divisi-divisi
o   Koordinasi yang buruk lintas divisi
o   Kurangnya kendali sumberdaya menajemen puncak
o   Kompetesi untuk sumberdaya perusahaan
o   Memungkinkan berkembangnya persaingan disfungsional antar sumber daya organisasi dan konflik antara tugas-tugas & prioritas-prioritas.
o   Kepentingan divisi mungkin ditempatkan di atas kepentingan organisasi secara keseluruhan
o   Kebijakan divisi tidak konsisten dengan kebijakan divisi lain maupun dengan kebijakan organisasi.
o   Timbulnya masalah dalam alokasi sumber daya dan distribusi biaya-biaya perusahaan
o   Adanya duplikasi sumber daya dan peralatan yang tidak perlu
o   Mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi funsional
o   Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar devisi
o   Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah



Organisasi Unit bisnis

setiap manajer mempertanggungjawaban aktivitas unitnya, dan unit bisnis merupakan bagian organisasi yang semi independent.
Bentuk struktur organisasi ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pada struktur organisasi fungsional. Organisasi Unit Bisnis atau juga disebut Divisi, mempertanggungjawabkan semua fungsi yang terdiri dari fungsi produksi dan pemasaran untuk setiap lini produk. Pimpinan unit bisnis bertindak seakan-akan merupakan pimpinan organisasi yang independent. Mereka bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan perencanaan, koordinasi dari setiap fungsi yang berbeda.
sebagai contoh, memastikan agar rencana departemen pemasaran bisa disesuaikan dengan kemampuan produksi-dan untuk menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul diantara fungsi-fungsi ini. Kinerja unit bisnis tersebut kemudian diukur dengan profitabilitas dari unit bisnis itu.

Keuntungan dari bentuk perusahaan unit bisnis ini adalah bahwa struktur ini bisa berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi manajemen secara umum. Seorang manajer unit bisnis dituntut untuk bisa menunjukkan kewirausahaan yang sama seperti yang dipunyai oleh CEO dari perusahaan independen. Keuntungan lain dari tipe struktur ini adalah bahwa karena unit bisnis lebih dekat dengan pasar dari produk-produknya dibandingkan dengan kantor pusat, maka para manajer unit bisnis dapat membuat keputusan-keputusan produksi dan pemasaran yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang diputuskan oleh kantor pusat.  Kerugian dari unit bisnis ini adalah adanya kemungkinan bahwa masing-masing staf unit bisnis ini menduplikasi sejumlah pekerjaan yang dalam organisasi fungsional dikerjakan di kantor pusat. Di samping itu manajer unit bisnis tidak mempunyai kekuasaan yang lengkap.

setiap manajer mempertanggungjawaban aktivitas unitnya, dan unit bisnis merupakan bagian organisasi yang semi independent.
Bentuk struktur organisasi ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pada struktur organisasi fungsional. Organisasi Unit Bisnis atau juga disebut Divisi, mempertanggungjawabkan semua fungsi yang terdiri dari fungsi produksi dan pemasaran untuk setiap lini produk. Pimpinan unit bisnis bertindak seakan-akan merupakan pimpinan organisasi yang independent. Mereka bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan perencanaan, koordinasi dari setiap fungsi yang berbeda.


Keunggulan:
o   Sarana pelatihan Manajer
o   Keputusan dilakukan lebih cepat
o   Berfungsi sebagai tempat pelatihan bagi manajemen secara umum
o   Karena unit bisnis sangat dekat dengan pasar bagi produk-produknya daripada kantor pusat, maka para manajer unit bisnis biasa membuat keputusan-keputusan produksi dan pemasaran secara lebih masuk akal daripada yang diputuskan oleh kantor pusat dan unit bisnis ini pun bisa memberikan reaksi terhadap ancaman-ancaman atau peluang baru secara cepat.

kelemahannya:
o   Mungkin terdapat kegiatan yang sam ditiap unit bisnis
o   Mungkin kesulitan untuk memperoleh tenaga yang terlati
o   Konflik antar unit bisnis
o   Kemungkinan masing-masing unit bisnis menduplikasi sejumlah pekerjaan dalam sebuah organisasi fungsional, dikerjakan di kantor pusat.
o   Jumlah para spesialis yang terampil dalam menjalankan fungsi-fungsinya sangat sedikit, dan masing-masing unit bisnis mengalami kesulitan dalam memperoleh orang-orang yang berkualitas.
o   Perselisihan yang terjadi di antara spesialis fungsional dalam organisasi perusahaan fungsional digantikan oleh perselisihan di antara unit-unit bisnis dalam organisasi perusahaan unit bisnis.

Solusi: masalah-masalah ini dapat dikurangi dengan melengkapi organisasi unit bisnis ini dengan keahlian fungsional tertentu secara terpusat.

ketika perusahaan memilki strategi peningkatan revenue dan jumlah barang produksi, maka struktur organisasi yang digunakan merupakan struktur organisasi simple ketika perusahaan ingin focus dalam meningkatkan efisiensi operasi dan produk, maka struktur yang digunakan adalah struktur fungsional. Dan jika kita ingin memperluas unit bisnis maka bentuk struktur organisasi yang cocok adalah struktur divisional.

cara mengatasi kelemahan didalam struktur fungsional, dan divisional

Struktur fungsional

Dalam struktur fungsional terdapat CEO , pihak-pihak manajer disetiap bidang, dan staf- staf yang terbagi-bagi lagi sesuai bidang dalam suatu perusahaan, hal ini akan menimbulkan masalah terutama pada manejer antar bidang, misalnya antar bidang produksi, tehnik, pemasaran, SDM, personalia, dan akuntansi sering kali terdapat perbedaan pandangan antara pihak manajer tiap bidang sedangkan harusnya untuk melancarkan kegiatan perusahaan perlunya keselarasan pandangan dan tujuan secara bersama antar manajer dan begitu pula staf agar dapat tercapai tujuan perusahaan sehingga yang pertama dan utama yang kita lakukan untuk menghindari kelemahan struktur fungsional yaitu memperbaiki hubungan yang baik antar manajer dan manajer lain dan manajer kepada pemilik perusahaan dan para staf sehingga akan tercapai hubungan kerja yang baik dari setiap bidang sehingga pencapaian akan mudah tercapai sesuai dengan keinginan perusahaan.

Struktur divisional

·         Struktur divisional , perusahaan yang berada pada struktur ini adalah perusahaan yang terdiri dari perusahaan induk dan beberapa perusahaan anak. Dimana hal ini akan menambah biaya baik itu dari produksi ataupun transportasi kalau misalnya perusahaan bergerak dalam bidang dagang. Dan dibangdingkan dengan struktur fungsional , struktur divisional lebih besar dan sangat rumit.
Beberpa kelemahan dari struktur divisional adalah :
o   Menambah biaya karena adanya duplikasi karyawan, operasi, dan investasi
o   Kompetisi disfungsional antardivisi bisa mengurangi kinerja perusahaan secara keseluruhan
o   Kesulitan dalam mempertahankan citra perusahaan
o   Terlalu menekankan pada kinerja jangka pendek

Itulah yang menjadi kelemahan dan masalah pada umumnya perusahaan yang menggunakan struktur divisional , secara umum permasalahan tersebut bisa teratasi apabila setipa manajer yang ditempatkan ditiap divisi sesuai dengan kemampuan dan keahliannya dibidang tersebut, sehingga dapat mengatur para staff dan bawahannya dengan baik, dengan hal tersebut perusahaan agar berjalan dengan baik sesuai dengan keinginan perusahaan.



Tinggalkan komentar :)

1 comments:

Author
avatar
Balas